Tawadhu’ Sang Murid Agung
Keteladanan Imam Muslim kepada Imam Bukhari
Dalam perjalanan ilmu para ulama besar, ada kisah yang selalu menjadi teladan tentang ketawadhu’an dan penghormatan seorang murid kepada gurunya. Diceritakan bahwa Imam Muslim RA, seorang ahli hadis terkemuka, pernah berkata kepada gurunya, Imam Bukhari RA, dengan penuh kerendahan hati:
دعنى حتى أقبل رجليك يا أستاذ الأستاذين….
“Biarkan aku mencium kedua kakimu, wahai Guru dari para guru.”
Ungkapan ini bukan sekadar kalimat penghormatan. Ia adalah gambaran ketulusan jiwa, kepasrahan, serta pengakuan mendalam atas kemuliaan sang guru yang telah membimbingnya dalam menapaki jalan ilmu.
Imam Muslim kemudian mencium kedua kaki Imam Bukhari sebagai simbol hormat dan pengagungan kepada orang yang telah membukakan pintu-pintu pengetahuan, membimbing akalnya, dan menuntun hatinya. Bagi para ulama terdahulu, guru bukan hanya sosok pengajar, tetapi cahaya yang mengantarkan seorang murid menuju kedalaman adab dan pemahaman.
Kisah ini mengajarkan bahwa ilmu tidak hanya bertumpu pada kecerdasan, tetapi juga pada adab: tawadhu’, penghormatan, dan khidmah kepada guru. Sebab, keberkahan ilmu sering lahir bukan dari banyaknya hafalan, tetapi dari beningnya hati dalam memuliakan orang yang mengajarkan.
Di tengah zaman yang serba cepat dan sering melupakan adab, teladan Imam Muslim dan Imam Bukhari menjadi pengingat bahwa kemuliaan seorang murid terletak pada bagaimana ia memuliakan gurunya. Karena siapa yang menjaga adab, dialah yang akan dijaga oleh Allah dalam ilmu dan kehidupannya…🙏🙏🙏








