Kisah Adab Bahlul dan Syekh Junaid Al-Baghdadi - Jamu Taqwa Tuban
  • Pengumuman agenda Khususiyah selanjutnya Ahad Legi 04 Januari 2026 Lokasi di Jamaah Raudhatul Jannah Suwalan Jenu
Jumat, 17 April 2026

Kisah Adab Bahlul dan Syekh Junaid Al-Baghdadi

Kisah Adab Bahlul dan Syekh Junaid Al-Baghdadi
Bagikan

Syekh Junaidi Al-Baghdadi adalah Guru Sufi paling dihormati di Baghdad, sengaja mencari Bahlul, seorang Majnun (yang dianggap gila) yang sering bermain di kuburan.

Syekh Junaid:
“Wahai Bahlul, aku adalah Junaid. Aku datang padamu untuk meminta nasihat, karena aku tahu engkau lebih berilmu tentang hakikat daripada aku.”

Bahlul:
“Junaid? Kalau kau memang berilmu, buktikan! Aku akan uji kau dengan 3 hal: Adab Makan, Adab Berbicara, dan Adab Tidur!”

3 Adab Syekh Junaid Al-Baghdadi vs 3 Adab Bahlul.

Adab dari Syekh Junaid Al-Baghdadi

Adab makan lahir: “Makan harus menyebut nama Allah, dari makanan halal, dan mengunyahnya dengan baik.”

Adab berbicara: “Berbicara harus tepat waktu dan tempat, tidak berbohong, dan berisi kalimat yang bermanfaat.”

Adab tidur:
“Tidur harus berwudhu, menghadap kiblat, dan membaca doa tidur.”

Adab dari si Bahlul

Adab Makan:
“Adab makan yang sebenarnya adalah memastikan bahwa makananmu berasal dari sumber yang halal dan hatimu tidak tamak akan makanan itu. Jika hatimu terikat pada makanan, bagaimana pun adab zahirmu, kau tetaplah budak perutmu.”

Adab Berbicara:
“Adab berbicara adalah membersihkan hati dari permusuhan, cemburu, dan kebencian sebelum kau mulai berbicara. Perkataanmu haruslah menyenangkan Allah. Jika isinya adalah urusan duniawi yang sia-sia, maka diam lebih baik.”

Adab Tidur:
“Adab tidur adalah memastikan hatimu bebas dari keterikatan dunia atau kekayaan di dalamnya, dan senantiasa mengingat Allah ketika akan tidur.”

KESIMPULAN HAKIKAT DARI BAHLUL:

Syekh Junaid Al-Baghdadi tersentuh hingga menangis mendengarkan ajaran ini, dan mengakui Bahlul sebagai gurunya.
Ini adalah pelajaran mendalam bagi kita semua:
Adab Sejati bukanlah sekadar tata cara yang terlihat oleh mata manusia (Adab Lahir),
melainkan adalah Adab Hati yang hanya diketahui oleh diri kita dan Allah SWT.
Percuma kita salat malam, berwudhu sebelum tidur, dan menyebut Bismillah saat makan,
JIKA di waktu bersamaan hati kita masih dipenuhi dengan kedengkian, ketamakan, dan kebencian kepada sesama.
Bahlul mengajarkan bahwa ilmu sufi tertinggi adalah Kebenaran Hati:
Hati harus terbebas dari permusuhan, kecemburuan, dan kebencian.
Hati tidak boleh tamak pada duniawi atau kekayaan di dalamnya.
Setiap perbuatan harus diniatkan murni hanya karena Allah.
Inilah inti dari semua adab yang sejati.
الحمد لله
Atas Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa…

SebelumnyaMengenal Lebih Dekat Nasab KH. Mudjib Musta’inSelanjutnyaJejak Histori KH. Musta'in Romli
Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jamu Taqwa Tuban
Jl. Sunan Kalijogo Gg.Brotojoyo No.08
Luas Area250 m2
Luas Bangunan150 m2
Status LokasiSHM
Tahun Berdiri2013